Tanggul Lumpur Lapindo Semakin Kritis

16 May 2013

2018bc883124c1d216e327b9e5393d76_lumpur

Berita soal kritisnya tanggul penahan lumpur Lapindo akhir-akhir ini sering bermunculan. Kabarnya ketinggian lumpur kini hampir mendekati ketinggian tanggul. Tentunya pihak Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) perlu segera menangani hal ini. Hal tersebut tentunya untuk kebaikan bersama, terutama warga Sidoarjo sendiri.

Tapi apa mau dikata. Dari berita juga saya tahu kalau penanganan tanggul kritis ini justru dihalang-halangi warga Sidoarjo sendiri. Sudah berkali-kali petugas BPLS dilarang bekerja. Alasannya, ya kembali lagi ke masalah pelunasan jual-beli aset warga yang belum dituntaskan oleh Minarak Lapindo Jaya. Hingga saat ini, akhir Mei merupakan waktu yang dijanjikan oleh pihak Minarak Lapindo untuk menuntaskan segala jual-beli aset warga.

Kembali ke soal tanggul yang kritis, aksi warga yang menghalang-halangi petugas BPLS sebenarnya telah berlangsung sejak 13 Maret 2013. Tak hanya menghalangi, warga juga sempat menjebol tanggul. Akibatnya, aliran air lumpur berhasil mengalir ke bawah ke arah rel kereta api. Beberapa hari kemudian, saya dapati lagi berita kalau akhirnya warga menutup kembali jebolan yang mereka buat. Penutupan tersebut dilakukan menggunakan karung pasir seadanya. Apa tujuannya? Mungkin agar mudah dijebol kembali. Bagaimana dengan pihak BPLS sendiri? BPLS tetap saja melakukan penyedotan air untuk dipindahkan ke kolam penampungan lainnya. Seringnya, pekerjaan mereka juga masih dihalang-halangi oleh para warga Sidoarjo yang marah.

Hingga akhirnya saya dapati kemudian media yang mengangkat soal perkembangan terbaru dari masalah ini. Kabarnya, 350 anggota polisi dan TNI bersiaga mengamankan wilayah sekitar tanggul. Mereka bertugas mengamankan petugas BPLS yang bekerja menguatkan tanggul. Upaya ini memang seharusnya segera dilakukan mengingat hujan yang sewaktu-waktu sering turun di wilayah Sidoarjo. Dari upaya ini sendiri, petugas berhasil mengamankan 4 warga yang ingin menghentikan pekerjaan BPLS.

Saya sebenarnya sangat miris melihat pemberitaan-pemberitaan yang ada. Tapi pertanyaan saya, kekecewaan karena belum menerima pelunasan oleh Minarak Lapindo, apakah harus diluapkan dengan cara menjebol tanggul ya? Bukankah itu akan berdampak lebih buruk dari keadaan sebelumnya? Saya pikir itu bukanlah cara yang baik karena bisa mengganggu kepentingan bersama.

Ya saya tetap berharap semoga tanggul-tanggul yang kritis tidak sampai jebol. Terlebih lagi bila hujan turun. Bukan masalah sarana-prasarana umum saja seperti jalan raya dan rel kereta api yang bisa kena, tapi yang pasti keadaan warga Sidoarjo sendiri. Terkait pelunasan jual-beli, saya sendiri masih sangat optimis dengan niat Minarak Lapindo untuk menuntaskan semuanya di akhir Mei ini. Mungkin, mereka juga sedang kejar setoran untuk segera menuntaskannya. Well, pastinya kita tunggu saja. Semuanya juga ingin yang terbaik.

Source:

Metrotvnews.com - Polisi dan TNI Bersiaga Amankan Tanggul Lumpur Sidoarjo

Detik.com - Tanggul Lumpur Dijebol, Air Lumpur Mengalir Deras ke Arah Rel Kereta


TAGS lumpur minarak tanggul


Comment
-

Author

Follow Me


Categories

Archive